Seputar lingkup kesehatan dan tips kesehatan

Kesurupan Menurut Dunia Medis Adalah Penyakit Bukan Mistis!

Baca Juga

Kesurupan menjadi hal unik yang akan kita bahas disini. Kesurupan biasanya identik dengan kata mistis atau bekerjasama dengan hal hal gaib. Seperti dimasuki oleh roh halus atau semacamnya. Namun ternyata semua itu dipatahkan oleh medis.

Menurut beberapa kalangan medis percaya bahwa kesurupan yaitu sebuah penyakit dan sering dinamakan sebagai "Dissociative Trance Disorder (DTD)". Ada juga yang menyebutkan kesurupan yaitu kondisi dimana seseorang kehilangan kesadarannya dan menjadi orang lain diakibatkan oleh aneka macam macam faktor. Seperti di hipnotis misalkan , maka akan menyerupai orang kesurupan karena tidak menyerupai dirinya lagi.

Namun terlepas dari semua itu , kesurupan dari sudut pandang mistis maupun medis keduanya sama-sama mempunyai argumen yang besar lengan berkuasa , dan mempunyai faktanya masing-masing. Makara kita tidak bisa menyimpulkan begitu saja apa itu kesurupan sebetulnya ,

Kesurupan Menurut Dunia Medis Adalah Penyakit Bukan Mistis!
Ilustrasi kesurupan
Disini kami akan mengembangkan sedikit goresan pena dan opini dari sobat kita dari Kompasiana.com , Jery Tampubolon yang mengulas wacana hal kesurupan ini. Judul dari tulisannya yaitu "Kesurupan yaitu "Penyakit" Bukan "Mistis" akan kami salin ulang lagi disini. Silahkan simak selengkapnya dibawah ini :

Banyak sekali diantara kita yang pernah melihat orang kesurupan. Orang kesurupan biasanya tiba-tiba menyerupai kehilangan kontrol terhadap dirinya sendiri , sering bunyi orang tersebut juga bermetamorfosis bunyi orang l ain. kesurupan sering dikait-kaitkan dengan masuknya makhluk halus ke dalam tubuh seseorang , akan tetapi menurut dunia medis kesurupan itu sebetulnya yaitu sebuah penyakit.

Kesurupan dalam istilah medisnya disebut dengan Dissociative Trance Disorder (DTD). Menurut laporan Eastern Journal of Medicine , kesurupan lebih banyak terjadi di negara dunia ketiga dan negara-negara episode timur daripada di negara episode barat. Di India yang kultur dan budayanya menyerupai Indonesia , sering sekali ditemukan orang-orang yang kesurupan atau sering disebut dengan possesion syndrome atau possesion hysterical. Angka kejadiannya yaitu sekitar 1 hingga 4 persen dari populasi umum.

Dunia kedokteran , khususnya psikiatri fenomena kesurupan itu yaitu kondisi yang ditandai oleh perubahan identitas pribadi. Bagi masyarakat awam , kesurupan disebabkan oleh masuknya roh halus ke tubuh insan , namun dunia medis tidak mengenal istilah makhluk halus , roh , dsb. Semua yang berada di dunia medis , bisa dijelaskan secara ilmu kedokteran. Seperti halnya kesurupan ini , menurut beberapa pakar psikiater , penyebab kesurupan ini yaitu tekanan sosial dan mental yang masuk ke alam bawah sadar seseorang. Tekanan-tekanan sosial tersebut menyerupai seakan-akan banjir , tsunami , gizi buruk , ketidakadilan , upah kecil , kesenjangan yang sangat mencolok dan lainnya.

Seperti dikutip dari Psychnet , Senin (22/2/2010) , dibawah ini yaitu beberapa gejala yang biasanya menyerang orang kesurupan diantaranya:
  • Bertindak tidak menyerupai biasanya dan biasanya lepas kontrol 
  • Hilang kesadaran akan sekitarnya dan tidak sadar dirinya sendiri 
  • Sulit membedakan kenyataan atau fantasi pada waktu yang sama 
  • Perubahan nada bunyi Susah berkonsentrasi 
  • Bahkan bisa hingga hilang ingatan 
Kondisi menyerupai itu bisa disebabkan oleh banyak faktor menyerupai spiritual , sosial , psikologi dan lainnya. Dengan melaksanakan screening dan pemeriksaan secara keseluruhan yang mendalam , faktor penyebabnya pun bisa diketahui.

Lalu bagaimanakah penjelasan medis terhadap kesurupan massal yang belakangan ini sering sekali terjadi? Didunia medis , kesurupan massal sebetulnya pada awalnya hanyalah terjadi pada individual , akan tetapi kemudian bermetamorfosis massal dikarenakan orang lain yang melihat peristiwa tersebut menjadi tersugesti alias terpengaruah dan ikut-kutan. Tanda-tanda beberapa waktu sebelum kesurupan antara lain kepala terasa berat , tubuh dan kedua kaki lemas , penglihatan menjadi kabur , tubuh terasa ringan , dan rasa ngantuk.

Perubahan ini biasanya masih disadari oleh subjek , tetapi setelah itu ia tiba-tiba lepas kontrol dan tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri lagi dan melaksanakan sesuatu di luar kemampuan nya. Beberapa di antaranya mencicipi menyerupai ada kekuatan di luar yang mengendalikan dirinya.

Mereka yang mengalami kesurupan biasanya mencicipi bahwa dirinya bukanlah dirinya lagi , tetapi ada suatu kekuatan yang mengendalikan dari luar. Keadaan ketika kesurupan sendiri ada tiga macam dimana ada yang menyadari sepenuhnya , ada yang menyadari sebagian , dan ada pula yang tidak menyadari sama sekali.

Berdasarkan jenis k*lamin , perempuan mempunyai risiko lebih besar untuk kesurupan dibandingkan laki-laki. Hal ini kemungkinan dikarenakan perempuan lebih gampang dipengaruhi dibanding laki-laki.

Walaupun dunia kedokteran sudah menyatakan bahwa kesurupan bukanlah fenomena mistis tetapi penyakit akan tetapi tasanya sulit dipercaya dan diterima oleh lebih banyak didominasi masyarakat yang tetap saja menganggap jikalau kesurupan ada hubungannya dengan mistis.

Hemat aku ,

"Kesurupan" itu lebih menyerupai dengan kondisi terhipnotis , dimana amygdala (wilayah penyimpan memori emosional) membajak sistem limbik otak sehingga hippocampus tidak bekerja dengan baik (hippocampus yaitu wilayah penyimpan memori rasional).

Orang yang terhipnotis dikondisikan memasuki alam bawah sadarnya. alam bawah sadar orang kesurupan/terhipnotis ditandai dengan mulai malasnya episode rasional otak untuk bekerja , sehingga filter nalar lumpuh.

Bantuan ustadz (atau ada yg dukun) menurut aku masuk budi , karena orang kesurupan sedang dibantu (dinavigasi dari luar oleh ustadz/dukun/lain-lain) untuk memasuki wilayah alam sadarnya kembali.

Ref : Kompasiana.com
Back To Top