Baca Juga
Bulan ramadhan menuntut setiap umat muslim untuk berpuasa. Namun kadang diantara mereka yang berpuasa , selalu saja mengalami gangguan antara lainnya yaitu tubuh lemah dan lemas akhir berpuasa. Namun tahukah anda ternyata yaitu sesuatu yang mengakibatkan tubuh anda menjadi lemas dikala puasa?
Salah satu penyebab tubuh menjadi lemas dikala puasa yaitu tubuh yang belum bisa menyesuaikan diri dengan perubahan referensi makan , yang semula sarapan dipagi hari dan makan siang disiang hari sekarang disaat bulan pahala menjadi sahur di subuh hari dan berbuka di sore hari. Tentunya jarak waktu antara sahur dan berbuka cukup panjang.
Pada titik itulah tubuh mulai melemah dan lemas alasannya yaitu kekurangan energi yang seharusnya anda dapatkan pada dikala makan siang. Namun anda harus menahannya hingga berbuka di sore hari.
Menurut artikel yang kami lansir dari Liputan6.com , Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan dr Mohammad Ali Toha menyarankan semoga tidak perlu membatasi acara fisik selama berpuasa untuk menghindari lemah dan lesu.
"Sebaiknya tidak membatasi aktivitas. Yang membuat tubuh lemas itu alasannya yaitu kita memanjakan tubuh ," kata Ali di RSUP Persahabatan , Jakarta.
Dia mengimbau semoga orang yang berpuasa tetap menjalankan acara sehari-sehari ibarat biasanya semoga tetap merasa segar. Bahkan ia menyarankan untuk menambah acara dengan berolahraga di sore hari.
Selain itu , tips lain menjalankan ibadah puasa dengan membatasi waktu tidur dan menjaga makanan serta minuman yang dimakan. Ia mengimbau semoga menghindari makanan dan minuman mengandung gas , asam ibarat cuka atau buah citrus , dan yang berlemak. Serta menjaga makan dikala berbuka puasa.
"Saya lakukan penelitian orang yang berpuasa dengan yang tidak berpuasa. Ada yang puasa malah kolestrolnya naik , gula darah naik , alasannya yaitu makan berlebihan pada waktu berbuka ," kata dia. Orang yang berpuasa juga disarankan memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
Dokter seorang jago penyakit dalam dr Maulana Suryamin S.PD-KGEH mengatakan rasa perih dan nyeri lambung di awal-awal puasa merupakan hal wajar alasannya yaitu hal tersebut merupakan pembiasaan tubuh.
Lambung menyesuaikan diri terhadap perubahan acara makanan yang masuk ke tubuh sehingga mengakibatkan gejala-gejala maag ringan. Namun rasa nyeri dan kembung perlahan akan menghilang seiring lambung yang sudah bisa beradaptasi.
"Kalau adaptasinya indah , ada yang dua hari juga sudah enak lambungnya. Ada tiga hari , empat hari , tapi paling lama seminggu ," kata Maulana.
Semoga artikel ini bermanfaat dan anda lebih sehat dan segar dalam menghadapi hari puasa anda. Selamat berpuasa ya..
Salah satu penyebab tubuh menjadi lemas dikala puasa yaitu tubuh yang belum bisa menyesuaikan diri dengan perubahan referensi makan , yang semula sarapan dipagi hari dan makan siang disiang hari sekarang disaat bulan pahala menjadi sahur di subuh hari dan berbuka di sore hari. Tentunya jarak waktu antara sahur dan berbuka cukup panjang.
Pada titik itulah tubuh mulai melemah dan lemas alasannya yaitu kekurangan energi yang seharusnya anda dapatkan pada dikala makan siang. Namun anda harus menahannya hingga berbuka di sore hari.
![]() |
| Ilustrasi tubuh lemas dikala puasa © Shutterstock |
"Sebaiknya tidak membatasi aktivitas. Yang membuat tubuh lemas itu alasannya yaitu kita memanjakan tubuh ," kata Ali di RSUP Persahabatan , Jakarta.
Dia mengimbau semoga orang yang berpuasa tetap menjalankan acara sehari-sehari ibarat biasanya semoga tetap merasa segar. Bahkan ia menyarankan untuk menambah acara dengan berolahraga di sore hari.
Selain itu , tips lain menjalankan ibadah puasa dengan membatasi waktu tidur dan menjaga makanan serta minuman yang dimakan. Ia mengimbau semoga menghindari makanan dan minuman mengandung gas , asam ibarat cuka atau buah citrus , dan yang berlemak. Serta menjaga makan dikala berbuka puasa.
"Saya lakukan penelitian orang yang berpuasa dengan yang tidak berpuasa. Ada yang puasa malah kolestrolnya naik , gula darah naik , alasannya yaitu makan berlebihan pada waktu berbuka ," kata dia. Orang yang berpuasa juga disarankan memperbanyak konsumsi buah dan sayur.
Dokter seorang jago penyakit dalam dr Maulana Suryamin S.PD-KGEH mengatakan rasa perih dan nyeri lambung di awal-awal puasa merupakan hal wajar alasannya yaitu hal tersebut merupakan pembiasaan tubuh.
Lambung menyesuaikan diri terhadap perubahan acara makanan yang masuk ke tubuh sehingga mengakibatkan gejala-gejala maag ringan. Namun rasa nyeri dan kembung perlahan akan menghilang seiring lambung yang sudah bisa beradaptasi.
"Kalau adaptasinya indah , ada yang dua hari juga sudah enak lambungnya. Ada tiga hari , empat hari , tapi paling lama seminggu ," kata Maulana.
Semoga artikel ini bermanfaat dan anda lebih sehat dan segar dalam menghadapi hari puasa anda. Selamat berpuasa ya..
Tag :
Informasi Kesehatan
